Inspirasi dalam Mengembangkan Industri Kosmetik Indonesia
apt. Cahya Khairani Kusumawulan, M.Farm.
14 Oktober 2026
Industri kosmetik Indonesia kehilangan salah satu tokoh yang telah memberikan kontribusi besar bagi perjalanan dan perkembangannya. Ibu Martha Tilaar berpulang, meninggalkan karya, pemikiran, dan inspirasi yang melampaui perusahaan serta merek-merek kecantikan yang beliau bangun.
Melalui Sariayu dan berbagai inisiatif Martha Tilaar Group, beliau memperlihatkan bahwa kecantikan Indonesia memiliki kekayaan dan identitas yang layak dikembangkan. Bukan hanya melalui produk, tetapi juga melalui perhatian terhadap bahan alam, budaya Nusantara, penelitian, dan kemampuan industri dalam negeri.
Bagi saya, salah satu hal yang paling mengesankan dari perjalanan Ibu Martha adalah cara beliau melihat potensi Indonesia sebagai sesuatu yang perlu dibangun dan dikembangkan, bukan sekadar dimanfaatkan.
Pandangan tersebut memiliki makna tersendiri dalam perjalanan saya sebagai seorang yang menekuni ilmu farmasi, formulasi, penelitian, dan pengembangan kosmetik.
Saya mengenal Ibu Martha sejak masih menjadi mahasiswa farmasi pada tahun 1997. Ketika memulai karier profesional di Wardah pada tahun 2000, Sariayu menjadi salah satu tolok ukur yang kami perhatikan. Dalam perjalanan berikutnya, perhatian beliau terhadap kekayaan alam, penelitian, dan pengembangan industri terus menjadi salah satu inspirasi bagi pekerjaan yang saya tekuni.
Semakin jauh saya mengenal dunia kosmetik, semakin saya memahami bahwa membangun industri yang kuat membutuhkan lebih dari produk yang berhasil di pasar.
Dibutuhkan ilmu pengetahuan, penelitian yang berkelanjutan, kemampuan mengembangkan bahan baku, sumber daya manusia yang kompeten, serta kerja sama antara akademisi dan industri.
Dalam banyak hal, semangat tersebut telah diperlihatkan Ibu Martha melalui perjalanan karya beliau.
Pertemuan Pertama yang Membuka Cara Pandang Saya
Salah satu pengalaman yang paling saya ingat terjadi pada tahun 1997.
Ketika itu, saya masih menjadi mahasiswa tingkat tiga Fakultas Farmasi dan berkesempatan mengikuti kunjungan serta bertemu dengan Ibu Martha Tilaar.
Bagi seorang mahasiswa farmasi, dunia kosmetik saat itu menjadi salah satu bidang yang menarik untuk dipahami lebih jauh. Pertemuan tersebut memberikan gambaran nyata tentang bagaimana ilmu yang kami pelajari dapat diterapkan dan dikembangkan dalam industri.
Melalui karya Ibu Martha, saya mulai melihat hubungan yang lebih luas antara ilmu farmasi, pengembangan produk, dan kebutuhan masyarakat.
Pengetahuan mengenai bahan, formulasi, stabilitas, keamanan, serta teknologi tidak hanya diperlukan dalam pengembangan obat. Kompetensi tersebut juga memiliki peran penting dalam menghasilkan produk kosmetik yang aman, bermutu, dan sesuai dengan kebutuhan penggunanya.
Di balik sebuah produk kecantikan terdapat rangkaian proses ilmiah yang tidak sederhana.
Bahan harus dipilih dan dievaluasi. Formula perlu dikembangkan dan diuji. Mutu produk harus dijaga secara konsisten. Seluruh proses tersebut membutuhkan pengetahuan, ketelitian, dan tanggung jawab profesional.
Pengalaman bertemu Ibu Martha pada masa itu membantu saya memahami bahwa industri kosmetik merupakan salah satu ruang penerapan ilmu farmasi yang memiliki peluang besar untuk berkembang.
Saya melihat bagaimana pengetahuan dapat diterjemahkan menjadi produk, bagaimana produk dapat berkembang menjadi industri, dan bagaimana sebuah industri dapat membawa identitas serta potensi bangsanya sendiri.
Bagi saya, pengalaman tersebut menjadi salah satu inspirasi awal yang memperluas cara pandang terhadap bidang yang kemudian saya tekuni sepanjang perjalanan profesional.
Sariayu dan Inspirasi bagi Generasi Formulator Indonesia
Jauh sebelum industri kosmetik lokal berkembang seperti sekarang, Sariayu telah hadir dengan identitas yang kuat sebagai merek kecantikan Indonesia.
Melalui produk dan pendekatan yang mengangkat budaya serta kekayaan alam Nusantara, Ibu Martha memperlihatkan bahwa merek kosmetik lokal dapat memiliki karakter yang berbeda dan relevan bagi masyarakatnya.
Ketika saya memulai karier profesional di Wardah pada tahun 2000, Sariayu Martha Tilaar telah menjadi salah satu merek yang dikenal luas dalam industri kosmetik nasional.
Bagi kami yang bekerja dalam pengembangan produk, Sariayu merupakan salah satu benchmark sekaligus sumber inspirasi.
Sebagai formulator, perhatian kami tentu banyak tertuju pada aspek teknis produk: pemilihan bahan, komposisi formula, stabilitas, keamanan, tekstur, kenyamanan penggunaan, serta konsistensi mutu.
Namun, perjalanan Sariayu juga memberikan pelajaran bahwa keberhasilan sebuah produk kosmetik tidak hanya ditentukan oleh formulanya.
Produk perlu menjawab kebutuhan konsumen. Pengembangan produk memerlukan pemahaman terhadap pasar. Dan sebuah merek membutuhkan identitas yang membuatnya memiliki makna bagi masyarakat.
Melalui Sariayu, Ibu Martha memperlihatkan bagaimana kekayaan budaya dan alam Indonesia dapat menjadi bagian dari pengembangan industri kecantikan.
Bagi saya, ini merupakan salah satu pelajaran penting.
Ilmu formulasi perlu terus berkembang mengikuti kemajuan teknologi dan pengetahuan. Tetapi pengembangan produk juga harus memahami manusia yang akan menggunakannya, lingkungan tempat produk tersebut hadir, dan kebutuhan yang ingin dijawab.
Inspirasi dari perjalanan Sariayu tidak membuat saya berhenti pada keinginan menghasilkan produk yang baik.
Justru semakin lama bekerja dalam industri kosmetik, semakin saya melihat pentingnya membangun kemampuan ilmiah yang mendukung proses pengembangan produk tersebut.
Kekayaan Alam Indonesia: Dari Potensi Menjadi Pengetahuan Ilmiah
Perhatian Ibu Martha Tilaar terhadap kekayaan alam Indonesia merupakan salah satu bagian dari perjalanan beliau yang paling saya kagumi.
Melalui berbagai karya dan inisiatif, termasuk Martha Tilaar Innovation Centre serta kegiatan yang berkaitan dengan tanaman berkhasiat dan pelestarian kekayaan hayati, beliau menunjukkan bahwa alam Indonesia memiliki potensi penting bagi perkembangan industri kosmetik.
Perhatian tersebut bukan hanya menarik dari sisi identitas produk, tetapi juga membuka pertanyaan yang lebih mendalam.
Bagaimana kekayaan alam Indonesia dapat dikembangkan menjadi bahan kosmetik yang aman, bermutu, dan memiliki manfaat yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah?
Sebagai formulator dan peneliti, pertanyaan inilah yang kemudian semakin banyak saya temui dalam pekerjaan.
Indonesia memiliki keanekaragaman hayati yang besar. Berbagai tanaman mengandung senyawa yang menarik untuk dipelajari, baik dari sisi karakteristik kimia maupun potensi aktivitas biologisnya.
Namun, potensi suatu tanaman tidak otomatis menjadikannya bahan aktif kosmetik yang siap digunakan.
Diperlukan penelitian untuk memahami senyawa yang terkandung di dalamnya, metode pengolahan yang sesuai, kualitas dan konsistensi bahan, serta bagaimana bahan tersebut bekerja dalam suatu sistem formulasi.
Kita juga perlu mengevaluasi keamanan, stabilitas, dan bukti manfaatnya.
Suatu ekstrak, misalnya, dapat menunjukkan aktivitas tertentu dalam penelitian laboratorium. Tetapi hasil tersebut belum tentu langsung mencerminkan manfaat yang sama ketika ekstrak digunakan dalam produk kosmetik.
Konsentrasi bahan, interaksi dengan komponen formula, kondisi penyimpanan, sistem penghantaran, dan cara penggunaan dapat memengaruhi hasil akhirnya.
Karena itu, pengembangan bahan alam menjadi bahan aktif kosmetik memerlukan tahapan penelitian yang sistematis.
Kekayaan alam memberikan potensi. Ilmu pengetahuan membantu kita menentukan bagaimana potensi tersebut dapat dikembangkan menjadi inovasi yang aman, bermutu, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Bagi saya, perhatian Ibu Martha terhadap bahan alam dan penelitian menjadi salah satu inspirasi untuk terus memperdalam bidang tersebut.
Kita tidak cukup hanya memiliki kekayaan hayati yang berlimpah. Kita juga perlu membangun kemampuan untuk mempelajari, mengolah, menguji, dan mengembangkan kekayaan tersebut menjadi pengetahuan serta teknologi yang bermanfaat.
Di situlah penelitian memiliki peran yang sangat penting bagi masa depan industri kosmetik Indonesia.
Mengembangkan Bahan Aktif Indonesia, Bukan Sekadar Memanfaatkannya
Salah satu nilai yang saya tangkap dari perjalanan Ibu Martha adalah keyakinan bahwa Indonesia memiliki kekayaan yang layak dikembangkan menjadi kekuatan industrinya sendiri.
Perhatian beliau terhadap bahan alam dan pengembangan produk berbasis kekayaan Nusantara memperlihatkan pentingnya membangun kemampuan untuk mengenali serta memanfaatkan potensi yang kita miliki.
Bagi saya, semangat tersebut juga memiliki relevansi yang besar dalam pengembangan bahan baku dan bahan aktif kosmetik.
Selama ini, industri kosmetik menggunakan berbagai bahan baku yang tersedia melalui pemasok, baik dari dalam maupun luar negeri. Ketersediaan bahan-bahan tersebut memiliki peran penting dalam mendukung pengembangan produk dan proses produksi.
Namun, untuk memperkuat kemampuan inovasi nasional, kita juga perlu mengembangkan kompetensi penelitian bahan baku sendiri.
Tidak hanya memilih bahan dari katalog pemasok, tetapi juga memahami bagaimana suatu bahan diperoleh, diproses, dikarakterisasi, distandardisasi, dan diuji.
Ketertarikan terhadap bidang inilah yang menjadi bagian dari perjalanan penelitian saya, termasuk dalam pengembangan bahan aktif berbasis sumber daya alam seperti isoflavon kedelai.
Penelitian terhadap suatu bahan aktif melibatkan berbagai pertanyaan ilmiah.
Senyawa apa yang ingin dikembangkan? Bagaimana karakteristiknya? Bagaimana metode pengolahan memengaruhi kualitasnya? Bagaimana kestabilannya dalam formulasi? Dan bukti apa yang diperlukan sebelum kita dapat menyatakan manfaat tertentu?
Tidak semua hasil penelitian akan langsung menghasilkan bahan yang siap digunakan secara komersial.
Sebagian penelitian dapat memperlihatkan potensi yang perlu dikembangkan lebih lanjut. Sebagian lainnya justru menunjukkan keterbatasan yang harus dipahami.
Keduanya sama-sama penting.
Penelitian tidak hanya bertujuan menemukan sesuatu yang menjanjikan, tetapi juga membangun pengetahuan yang dapat diuji, diperbaiki, dan menjadi dasar bagi pengembangan berikutnya.
Saya melihat semangat untuk mengembangkan potensi Indonesia yang tercermin dalam perjalanan Ibu Martha sebagai salah satu motivasi untuk terus menekuni pekerjaan tersebut.
Bagi saya, pengembangan bahan aktif Indonesia bukan sekadar persoalan mengganti bahan impor dengan bahan lokal.
Yang lebih penting adalah membangun kemampuan ilmiah agar kita dapat memahami bahan yang dikembangkan, menjaga kualitasnya, mengevaluasi keamanannya, dan menghasilkan bukti yang sesuai untuk mendukung penggunaannya.
Kemandirian industri tidak hanya dibangun dari kemampuan memproduksi barang, tetapi juga dari kemampuan menghasilkan dan menguasai pengetahuan yang mendasari produk tersebut.
Semangat inilah yang menurut saya penting untuk terus diperkuat dalam perjalanan industri kosmetik Indonesia.
Pertemuan yang Mengingatkan Saya pada Sebuah Visi Besar
Sejak pertemuan pertama pada tahun 1997, saya beberapa kali berkesempatan bertemu Ibu Martha Tilaar dalam berbagai kegiatan industri kosmetik.
Setiap perjumpaan tersebut menjadi bagian dari perjalanan profesional saya dalam mengenal sosok yang karya-karyanya telah memberikan inspirasi sejak masa awal pendidikan.
Salah satu pertemuan yang paling berkesan berlangsung pada tahun 2023, dalam acara Apresiasi Inovasi Universitas Padjadjaran.
Dalam acara tersebut, Ibu Martha hadir sebagai keynote speaker , dan saya hadir mewakili Lunaray Beauty Factory dan Dian Indah Abadi, yang menerima penghargaan Apresiasi Mitra Inovasi Terdepan dari Universitas Padjadjaran. Saya kembali berkesempatan bertemu dan berbincang dengan beliau.
Bagi saya, pertemuan tersebut memiliki makna tersendiri.
Ketika pertama kali bertemu Ibu Martha, saya masih menjadi mahasiswa farmasi yang mulai memahami hubungan antara ilmu pengetahuan dan industri kosmetik.
Pada tahun 2023, saya telah menjalani perjalanan panjang dalam formulasi, pengembangan produk, penelitian, dan kerja sama antara dunia akademik dengan industri.
Penghargaan yang kami terima merupakan apresiasi terhadap kerja bersama banyak pihak. Namun, kesempatan hadir dalam acara yang juga menghadirkan Ibu Martha mengingatkan saya kembali pada semangat yang sejak lama saya kagumi dari perjalanan beliau.
Bahwa membangun industri kosmetik tidak cukup hanya dengan kemampuan menghasilkan dan memasarkan produk.
Kita juga membutuhkan penelitian, pengembangan teknologi, kompetensi tenaga ahli, serta hubungan yang kuat antara lembaga pendidikan dan dunia industri.
Dalam perjalanan beliau, saya melihat perhatian terhadap berbagai unsur tersebut melalui pengembangan produk, penelitian bahan alam, dan berbagai inisiatif yang mendukung industri kecantikan Indonesia.
Bagi saya, pengalaman pada tahun 2023 itu menjadi pengingat tentang pentingnya menerjemahkan inspirasi menjadi pekerjaan nyata.
Bukan dengan meniru perjalanan yang telah ditempuh orang lain, tetapi dengan memberikan kontribusi melalui bidang dan kemampuan yang kita miliki.
Dan bagi saya, salah satu bentuk kontribusi tersebut adalah terus memperkuat penelitian, formulasi, pengembangan bahan aktif, serta kolaborasi yang mendukung kemajuan industri kosmetik Indonesia.
Membangun Ekosistem Ilmu Kosmetik Indonesia
Salah satu hal yang saya kagumi dari perjalanan Ibu Martha Tilaar adalah cara beliau memandang industri kosmetik sebagai sesuatu yang jauh lebih luas daripada kegiatan menghasilkan dan menjual produk kecantikan.
Melalui berbagai inisiatif yang dibangunnya, termasuk pengembangan penelitian kosmetik, pemanfaatan kekayaan hayati Indonesia, serta perhatian terhadap pelestarian tanaman berkhasiat, beliau memperlihatkan bahwa industri kecantikan memiliki hubungan yang erat dengan ilmu pengetahuan dan sumber daya manusia.
Bagi saya, inilah salah satu pemikiran penting yang patut terus dikembangkan.
Industri kosmetik yang kuat tidak cukup hanya memiliki merek yang dikenal atau kemampuan manufaktur yang besar. Di belakangnya harus ada pengetahuan yang terus berkembang, penelitian yang berkelanjutan, tenaga ahli yang kompeten, serta kemampuan menghubungkan hasil penelitian dengan kebutuhan industri.
Semangat tersebut menjadi salah satu inspirasi dalam perjalanan saya, terutama ketika mulai semakin terlibat dalam pendidikan, penelitian, dan pengembangan kosmetik.
Melalui keterlibatan dalam pendidikan Rekayasa Kosmetik di Universitas Padjadjaran serta kegiatan penelitian dan pengembangan bersama LABCOS Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran, saya melihat betapa pentingnya membangun hubungan yang lebih kuat antara perguruan tinggi dan industri.
Banyak persoalan yang dihadapi industri kosmetik membutuhkan dukungan penelitian. Sebaliknya, banyak hasil penelitian akademik yang masih memerlukan proses pengembangan sebelum dapat diterapkan dalam skala industri.
Sebagai contoh, suatu bahan alam yang menunjukkan aktivitas menjanjikan dalam penelitian laboratorium belum tentu dapat langsung digunakan sebagai bahan aktif dalam produk kosmetik.
Diperlukan proses karakterisasi, standardisasi, evaluasi keamanan, pengujian stabilitas, pengembangan formulasi, hingga penyesuaian proses produksi dan pemenuhan persyaratan regulasi.
Pekerjaan tersebut tidak dapat diselesaikan oleh satu bidang keahlian saja.
Peneliti berperan mengembangkan dan menguji pengetahuan ilmiah. Formulator menerjemahkan karakteristik bahan ke dalam sistem produk. Industri manufaktur memastikan proses produksi dan mutu dapat dijaga secara konsisten. Sementara regulator menetapkan serta mengawasi persyaratan untuk melindungi masyarakat.
Ketika berbagai pihak tersebut saling terhubung, penelitian memiliki peluang lebih besar untuk berkembang menjadi inovasi yang dapat dimanfaatkan masyarakat.
Inilah yang saya pahami sebagai pentingnya membangun ekosistem ilmu kosmetik.
Sebuah ekosistem yang tidak hanya berorientasi pada jumlah produk yang dihasilkan, tetapi juga pada kemampuan mengembangkan bahan baku, menghasilkan penelitian yang bermakna, memperkuat kompetensi tenaga ahli, dan membangun kolaborasi yang berkelanjutan.
Saya melihat perhatian terhadap hal-hal tersebut sebagai bagian dari semangat besar yang tercermin dalam perjalanan Ibu Martha.
Beliau telah memperlihatkan bahwa membangun industri kecantikan Indonesia juga berarti memberikan perhatian pada pengetahuan, kekayaan alam, dan kemampuan bangsa untuk terus berinovasi.
Bagi saya, semangat itulah yang terus relevan untuk diterjemahkan ke dalam pekerjaan nyata, termasuk melalui penelitian bahan aktif, pengembangan formulasi, pendidikan, serta kolaborasi antara akademisi dan industri.
Karena kemajuan industri kosmetik Indonesia tidak hanya ditentukan oleh seberapa banyak produk yang mampu kita hasilkan, tetapi juga oleh seberapa besar pengetahuan dan kemampuan yang berhasil kita bangun untuk generasi berikutnya.
Warisan yang Hidup Melalui Generasi Berikutnya
Perjalanan Ibu Martha Tilaar meninggalkan banyak karya yang dikenal masyarakat.
Sariayu dan berbagai merek dalam Martha Tilaar Group merupakan bagian dari perjalanan panjang beliau dalam membangun industri kecantikan Indonesia.
Namun, ketika mengenang beliau, saya merasa bahwa warisan seorang pelopor tidak hanya dapat dilihat dari perusahaan yang didirikan atau produk yang berhasil dikembangkan.
Ada warisan lain yang memiliki nilai panjang, yaitu ketika karya seseorang ikut membentuk cara pandang, membuka kesempatan, dan memberikan inspirasi bagi generasi berikutnya.
Saya merasakan hal tersebut dalam perjalanan profesional saya sendiri.
Ketika masih mahasiswa farmasi, pertemuan dengan Ibu Martha membantu memperluas pemahaman tentang hubungan antara ilmu pengetahuan dan industri kosmetik.
Ketika memulai karier di Wardah, Sariayu menjadi salah satu tolok ukur dalam melihat perkembangan produk kosmetik lokal.
Ketika pekerjaan saya semakin berkembang ke bidang penelitian, pengembangan bahan aktif, dan pendidikan, saya semakin menghargai perhatian beliau terhadap kekayaan alam dan pengembangan pengetahuan kosmetik Indonesia.
Tentu perjalanan profesional saya juga dibentuk oleh banyak pendidik, kolega, institusi, pengalaman, serta kesempatan belajar lainnya.
Namun, Ibu Martha memiliki tempat tersendiri sebagai salah satu sosok yang menginspirasi perjalanan tersebut.
Saya percaya, inspirasi seperti ini juga dirasakan oleh banyak profesional lain yang tumbuh bersama perkembangan industri kosmetik Indonesia.
Ada formulator yang terus mengembangkan kemampuan menghasilkan produk bermutu.
Ada peneliti yang berusaha memahami potensi bahan alam Indonesia.
Ada akademisi yang mendidik generasi baru tenaga ahli kosmetik.
Ada pelaku industri yang membangun fasilitas produksi, meningkatkan standar mutu, dan membuka kesempatan bagi inovasi.
Masing-masing memiliki perjalanan dan kontribusinya sendiri.
Namun, semuanya menjadi bagian dari upaya bersama untuk memperkuat industri kosmetik nasional.
Bagi saya, di sinilah salah satu makna penting dari warisan Ibu Martha Tilaar.
Karya seorang pelopor dapat terus memberikan pengaruh, bahkan ketika orang-orang yang terinspirasi olehnya bekerja di institusi, bidang, dan generasi yang berbeda.
Sebuah produk memiliki siklus hidup. Tetapi pengetahuan, gagasan, dan semangat yang dibangun dengan sungguh-sungguh dapat terus berkembang melampaui generasi yang melahirkannya.
Selamat Jalan, Ibu Martha Tilaar
Kepergian Ibu Martha Tilaar merupakan kehilangan besar bagi keluarga, Martha Tilaar Group, serta seluruh masyarakat yang pernah mengenal dan merasakan manfaat dari karya beliau.
Bagi industri kosmetik Indonesia, beliau meninggalkan jejak penting sebagai seorang pelopor yang berani mengembangkan kecantikan Nusantara melalui merek, produk, penelitian, dan perhatian terhadap kekayaan alam Indonesia.
Bagi saya pribadi, beliau juga meninggalkan inspirasi yang telah menyertai perjalanan sejak masa kuliah farmasi hingga pekerjaan yang saya tekuni saat ini.
Saya menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga besar Ibu Martha, jajaran direksi, manajemen, seluruh karyawan Martha Tilaar Group, serta semua pihak yang pernah menjadi bagian dari perjalanan beliau.
Terima kasih, Ibu Martha, atas karya dan ketekunan yang telah memberikan jalan bagi perkembangan industri kosmetik Indonesia.
Terima kasih telah memperlihatkan bahwa kekayaan alam dan budaya bangsa dapat menjadi bagian dari pengembangan industri yang memiliki identitas sendiri.
Terima kasih pula atas perhatian terhadap ilmu pengetahuan dan penelitian yang terus menjadi inspirasi bagi kami yang bekerja dalam pengembangan kosmetik.
Sebagai seseorang yang menekuni bidang formulasi, penelitian bahan aktif, pendidikan, dan pengembangan industri, saya berharap dapat terus memberikan kontribusi melalui pekerjaan yang saya lakukan bersama para peneliti, akademisi, mahasiswa, dan pelaku industri lainnya.
Saya berharap semakin banyak generasi muda yang tertarik mendalami ilmu kosmetik, mengembangkan bahan baku Indonesia, melakukan penelitian yang bermakna, serta membangun kemampuan industri yang semakin kuat.
Bagi saya, itulah salah satu cara menjaga agar inspirasi dari seorang pelopor tetap hidup.
Bukan dengan sekadar mengenang keberhasilan yang telah dicapai, tetapi juga dengan kesungguhan untuk terus mengembangkan pengetahuan dan kemampuan yang dibutuhkan oleh generasi berikutnya.
Penghormatan kepada seorang pelopor tidak berhenti pada mengenang apa yang telah beliau bangun. Penghormatan itu juga hidup melalui karya dan pengetahuan yang terus kita kembangkan dari inspirasi yang ditinggalkannya.
Selamat jalan, Ibu Martha Tilaar.
Semoga segala kebaikan, ilmu, dan manfaat yang telah Ibu hadirkan menjadi amal yang terus mengalir.
Terima kasih telah menjadi salah satu inspirasi dalam perjalanan saya mengembangkan ilmu kosmetik Indonesia.
apt. Cahya Khairani Kusumawulan, M.Farm.
Formulator dan peneliti kosmetik; akademisi di bidang Rekayasa Kosmetik Universitas Padjadjaran; terlibat dalam penelitian dan pengembangan kosmetik bersama LABCOS Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran.
