Tentang Teh Cahya — 01 / The Story: A Life in Cosmetic Science. 25+ Years of Learning, Formulating, Building, Researching & Teaching.
01 / THE JOURNEY
A Life in Cosmetic Science
Perjalanan panjang untuk terus memahami, mempertanyakan, dan memperdalam pengetahuan.
Ada perjalanan profesional yang dibentuk oleh satu bidang keahlian. Ada pula perjalanan yang terus berkembang karena setiap pengalaman membuka pintu menuju pengetahuan berikutnya.
Perjalanan apt. Cahya Khairani Kusumawulan, S.Si., M.Farm., yang lebih akrab dikenal sebagai Teh Cahya, tumbuh melalui pertemuan keduanya.
Selama lebih dari 25 tahun, dunia kosmetik membawanya melintasi berbagai ruang: dari laboratorium penelitian dan pengembangan, menuju product development, manufaktur, konsultasi industri, penelitian akademik, hingga penulisan dan pendidikan.
Setiap ruang memberinya cara pandang yang berbeda. Setiap persoalan memperluas pemahaman yang telah dibangun sebelumnya.
Dan perlahan, perjalanan yang semula dimulai dari sebuah laboratorium berkembang menjadi sesuatu yang jauh lebih luas.
“The most meaningful journeys rarely follow a straight line.”
A FORMULA IS ONLY THE BEGINNING
Dari laboratorium R&D ke kenyataan industri
Di laboratorium R&D, Teh Cahya mulai mengenal dunia kosmetik melalui bahan, komposisi, stabilitas, dan berbagai percobaan yang tidak selalu memberikan hasil seperti yang diharapkan.
Namun, ketika memasuki product development, ia mulai memahami bahwa keberhasilan sebuah formula tidak hanya ditentukan oleh apa yang terjadi di laboratorium.
Ada kebutuhan produk yang harus dipahami. Ada pasar yang harus dibaca. Ada komunikasi antara R&D, produksi, marketing, dan berbagai bagian lain yang harus bertemu.
Perjalanannya kemudian menjangkau berbagai fungsi industri, mulai dari registrasi produk, packaging, produksi, hingga business development. Pengalaman membangun dan menjalankan usaha di bidang kosmetik turut memperluas pemahamannya tentang hubungan antara keputusan teknis, kebutuhan pasar, dan keberlangsungan bisnis.
Dari sana, Teh Cahya semakin dekat dengan persoalan manufaktur dan konsultasi industri kosmetik. Ia terlibat dalam pengembangan produk, pendampingan pembangunan dan persiapan pabrik, penerapan Cara Pembuatan Kosmetika yang Baik (CPKB), serta penyiapan sistem produksi yang sesuai dengan kebutuhan operasional dan ketentuan regulasi.
Dalam aspek halal, ia juga menjalankan peran sebagai Penyelia Halal dan konsultan halal, membantu menerjemahkan persyaratan menjadi praktik kerja yang dapat diterapkan.
Setiap brand membawa gagasan yang berbeda. Setiap pabrik memiliki kondisi dan tantangannya sendiri. Tidak selalu ada satu jawaban yang dapat diterapkan pada semua persoalan.
Di sepanjang perjalanan itu, satu hal semakin jelas: pengetahuan teknis baru menemukan maknanya ketika harus berhadapan dengan kenyataan.
“A formula may begin in the laboratory. Understanding grows when it meets the real world.”
WHEN EXPERIENCE RETURNS TO SCIENCE
Kembali menjadi mahasiswa
Setelah sekitar dua dekade berkarya di industri kosmetik, Teh Cahya mengambil keputusan yang membawa perjalanannya ke arah baru.
Ia kembali menjadi mahasiswa.
Bukan karena pengalaman sebelumnya tidak cukup, melainkan karena semakin banyak persoalan yang dihadapinya, semakin banyak pula pertanyaan yang ingin dipahami lebih dalam.
Ia melanjutkan pendidikan formal di bidang Farmasi dengan konsentrasi kosmetik. Pengalaman yang telah dikumpulkannya dari laboratorium, pengembangan produk, manufaktur, konsultasi, dan bisnis kini dipertemukan dengan literatur ilmiah, metodologi penelitian, eksperimen, dan pembuktian.
Pendidikan tersebut membuka kesempatan untuk melihat kembali berbagai pengalaman industri melalui pendekatan ilmiah yang lebih mendalam.
Setelah menyelesaikan pendidikan S2, keterlibatannya dalam penelitian dan pengembangan kosmetik semakin berkembang. Pengalaman praktis yang telah lama menjadi bagian dari pekerjaannya kini menemukan ruang baru untuk dipertemukan dengan kegiatan penelitian dan kolaborasi akademik.
RESEARCH AT LABCOS
Di LABCOS, Universitas Padjadjaran
Sebagai researcher dan tenaga ahli di LABCOS, Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran, Teh Cahya turut berada dalam lingkungan yang mempertemukan penelitian bahan, formulasi, pengujian, dan pengembangan kosmetik berbasis sains.
Perhatiannya tidak lagi terbatas pada bagaimana menggunakan bahan yang tersedia, tetapi juga pada kemungkinan meneliti, mengembangkan, dan mengevaluasi bahan itu sendiri. Salah satu area riset yang pernah dikembangkannya adalah soy isoflavone sebagai kandidat bahan aktif kosmetik.
Pengalaman industri membantunya memahami persoalan praktis. Penelitian memberinya kesempatan untuk kembali memeriksa, mempertanyakan, dan memperdalam pemahaman tersebut.
Keduanya tidak saling menggantikan. Keduanya saling melengkapi.
KNOWLEDGE IS MEANT TO BE SHARED
Pengetahuan untuk dibagikan
Seiring waktu, pengalaman dan pengetahuan yang terkumpul menemukan jalan untuk menjangkau lebih banyak orang.
- Melalui penelitian dan kolaborasi akademik.
- Melalui konsultasi dan pengembangan industri.
- Melalui buku, ruang kelas, dan forum profesional.
Lebih dari 20 judul buku tentang kosmetik telah lahir dari perjalanan tersebut, termasuk karya yang ditulis bersama profesor, dermatolog, akademisi, serta para pakar dari disiplin terkait.
Teh Cahya juga berbagi pengalaman sebagai dosen praktisi, dosen tamu, dan pembicara dalam berbagai forum akademik maupun industri kosmetik.
Baginya, hubungan antara ilmu dan praktik tidak berhenti pada penerapan pengetahuan. Pengalaman dari industri dapat menghadirkan pertanyaan baru bagi penelitian, sementara perkembangan ilmu pengetahuan membuka kemungkinan baru untuk diterapkan kembali di dunia nyata.
Dan ketika pengetahuan dibagikan, proses belajar tidak berhenti pada satu orang.
THE JOURNEY CONTINUES
Perjalanan yang masih berlanjut
Lebih dari 25 tahun telah mempertemukan Teh Cahya dengan berbagai peran, tanggung jawab, dan lingkungan profesional.
- Dari laboratorium menuju pabrik.
- Dari industri kembali ke akademik.
- Dari penelitian menuju formulasi.
- Dari pengalaman menuju buku dan ruang kelas.
Semua itu menjadi bagian dari perjalanan yang masih terus berkembang.
Pengalaman memang menghadirkan banyak jawaban. Namun, setiap jawaban sering kali membuka pertanyaan berikutnya.
“The more we discover, the more there is to learn.”
Mungkin karena itu, setelah lebih dari dua dekade, pertanyaan yang tetap menyertai perjalanan Teh Cahya bukan semata-mata tentang seberapa banyak yang telah diketahui.
Melainkan:
Apa lagi yang belum saya pahami?
Dan menariknya, seluruh perjalanan ini berawal dari sebuah pilihan yang sangat sederhana.
Sebuah keputusan pada tahun 2000 yang saat itu mungkin belum memperlihatkan seberapa jauh ia akan membawa Teh Cahya.
And that is where this story begins.
